Sabtu, 27 Juni 2015

Lyric Haddad Alwi

IBU

Bersinar kau bagai cahaya
Yang selalu beri ku penerangan
Selembut sutra kasihmu kan
Selalu ku rasa dalam suka dan duka
reff
     Kaulah ibuku cinta kasihku
     Trima kasihku takkan pernah terhenti
     Kau bagai matahari yang selalu bersinar
     Sinari hidupku dengan kehangatanmu

Bagaikan embun kau sejukan hati ini
Dengan kasih sayangmu
Betapa kau sangat berarti
Dan bagiku kau takkan pernah terganti

#kembali ke reff

     Kaulah ibuku cinta kasihku
     Pengorbananmu sungguh sangat berarti

#kembali ke reff

Sabtu, 20 Juni 2015

Bagaimana Cara Bersyukur?
          Bersyukur berarti berterimakasih kepada Allah Swt atas nikmat yang telah Ia berikan kepada hambanya dengan berbagai cara.

A.   Dalil Ni’mat
1.      Realisasi janji Allah
          ŒÎ)ur šc©Œr's? öNä3š/u ûÈõs9 óOè?öx6x© öNä3¯RyƒÎV{ ( ûÈõs9ur ÷LänöxÿŸ2 ¨bÎ) Î1#xtã ÓƒÏt±s9 ÇÐÈ (إبراهيم (14): 7) 
            7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Ibrahim (14): 7).
2.       
          bÎ)ur (#rãès? spyJ÷èÏR «!$# Ÿw !$ydqÝÁøtéB 3 žcÎ) ©!$# Öqàÿtós9 ÒOÏm§ ÇÊÑÈ (النّحل (16): 18)
            18. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nahl (16): 18).
3.       
          (#qè=ä3sù $£JÏB ãNà6s%yu ª!$# Wx»n=ym $Y7ÍhsÛ (#rãà6ô©$#ur |MyJ÷èÏR «!$# bÎ) óOçFZä. çn$­ƒÎ) tbrßç7÷ès? ÇÊÊÍÈ (النّحل (16): 114)  
            114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (An-Nahl (16):114). 
 4.       
          uqèdur Ï%©!$# t¤y tóst7ø9$# (#qè=à2ù'tGÏ9 çm÷ZÏB $VJóss9 $wƒÌsÛ (#qã_̍÷tGó¡n@ur çm÷YÏB ZpuŠù=Ïm $ygtRqÝ¡t6ù=s? ts?ur šù=àÿø9$# tÅz#uqtB ÏmŠÏù (#qäótFö7tFÏ9ur ÆÏB ¾Ï&Î#ôÒsù öNà6¯=yès9ur šcrãä3ô±s? ÇÊÍÈ (النّحل (16): 14)   
            14. Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (An-Nahl (16):14).

B.   Bagaimana seharusnya bersyukur &cakupannya àHeart, Oral, & Action
1.      Dengan Hati & Akal, yaitu kepuasan batin atas anugerah, dengan mengakui dan menyedari sepenuhnya bahawa segala nikmat yang diperolehi berasal dari Allah SWT dan tiada seseorang pun selain Allah SWT yang dapat memberikan nikmat itu
            Seorang yang bersyukur dengan hatinya à ditimpa malapetaka, boleh jadi dapat memuji Tuhan, bukan atas malapetaka itu, tetapi karena terbayang olehnya bahwa yang dialaminya pasti lebih kecil dari kemungkinan lain yang dapat terjadi.
2.      Lidah/Lisan & Mulut, à Mengakui anugerah dan memuji pemberinya, dengan ucapan bahwa sumber nikmat adalah Allah sambil memuji-Nya, yang diucapkan dengan redaksi “al-hamdu lillah”.
            Kata “al” pada “al-hamdu lillah” oleh pakar-pakar bahasa disebut  lil-istighraq, yakni mengandung arti “keseluruhan”. Sehingga kata “al-hamdu” yang ditujukan kepada Allah mengandung arti bahwa yang paling berhak menerima segala pujian adalah Allah Swt., bahkan seluruh pujian harus tertuju dan bermuara kepada-Nya.
            Jika kita mengembalikan segala puji kepada Allah, maka itu berarti pada saat Anda memuji seseorang karena kebaikan atau kecantikannya, maka pujian tersebut pada akhirnya harus dikembalikan kepada Allah SWT, sebab kecantikan dan kebaikan itu bersumber dari Allah.
3.      Perbuatan, dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya, yaitu mengamalkan anggota tubuh untuk hal-hal yang baik lagi positif dan memanfaatkan nikmat itu sesuai dengan ajaran agama, sebagai perwujudan dari rasa syukur tersebut.
Pesan Allah Swt kepada Nabi Daud ‘AS serta keluarganya
..... 4 (#þqè=yJôã$# tA#uä yмãr#yŠ #[õ3ä© 4 ×@Î=s%ur ô`ÏiB yÏŠ$t6Ïã âqä3¤±9$# ÇÊÌÈ (سباء (34): 13)  
            13…… Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.(Saba’ (34): 13).
            Imam Ghazali menegaskan bahwa mensyukuri anggota tubuh yang diberikan Allah SWT meliputi 7 anggota yang penting, Yaitu:
1)      Mata à melihat yang baik-baik & tidak untuk melihat yang maksiat
2)      Telingaà mendengar yang baik
3)      Lidah à banyak mengucapkan zikir, mengucapkan puji-pujian kepada Allah SWT
4)      Tangan à melakukan kebaikan terutama untuk diri sendiri, maupun tuk orang lain, dan tak menggunakannya dalam hal yang haram
5)      Perut à dipakai hanya untuk memakan makanan yang halal/baik dan tidak berlebih-lebihan (mubazir). Makanan itu dimakan sekadar untuk menguatkan tubuh terutama untuk beribadat kepada Allah SWT;
6)      Kemaluan (seksual) à digunakan dijalan yang diridai Allah SWT (hanya bagi suami istri) dan memelihara diri dari perbuatan yang haram; 
7)      Kaki à berjalan ke tempat yang baik; ke masjid, naik haji , mencari rezeki yang halal, dan menolong sesama umat manusia.
            Dari kesadaran tentang makna-makna di atas, seseorang akan tersungkur sujud untuk menyatakan perasaan syukurnya kepada Allah.
 C.   Ancaman Kufur Ni’mat (Tidak Bersyukur)
1.      Kehancuran & kebinasaan
            tA$s% !$yJ¯RÎ) ¼çmçFÏ?ré& 4n?tã AOù=Ïæ üÏZÏã 4 öNs9urr& öNn=÷ètƒ žcr& ©!$# ôs% y7n=÷dr& `ÏB ¾Ï&Î#ö7s% šÆÏB Èbrãà)ø9$# ô`tB uqèd x©r& çm÷ZÏB Zo§qè% çŽsYò2r&ur $Yè÷Hsd 4 Ÿwur ã@t«ó¡ç `tã ÞOÎgÎ/qçRèŒ šcqãB̍ôfßJø9$# ÇÐÑÈ (القصص(28): 78)
78. Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". dan Apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.(Al-Qshas (28): 76)
2.      Azab yang pedih
          .....( ûÈõs9ur ÷LänöxÿŸ2 ¨bÎ) Î1#xtã ÓƒÏt±s9 ÇÐÈ (إبراهيم (14): 7) 
            7. ….. dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Ibrahim (14): 7).
3.      ­Kelaparan, rasa cemas & takut
          z>uŽŸÑur ª!$# WxsWtB Zptƒös% ôMtR$Ÿ2 ZpoYÏB#uä Zp¨ZͳyJôÜB $ygÏ?ù'tƒ $ygè%øÍ #Yxîu `ÏiB Èe@ä. 5b%s3tB ôNtxÿx6sù ÉOãè÷Rr'Î/ «!$# $ygs%ºsŒr'sù ª!$# }¨$t6Ï9 Æíqàfø9$# Å$öqyø9$#ur $yJÎ/ (#qçR$Ÿ2 šcqãèuZóÁtƒ ÇÊÊËÈ (النّحل (16): 112) 
            112. Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian[1] kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (An-Nahl (16):112).
4.      Hancur sehancur-hancurnya Baldatun Thayyibatun (Kaum Saba’) di Yaman yang dipimpin oleh Ratu Balqis akibat kufur nikmat (Saba’ (34): 15-19). àBanjir, Buah jadi pahit,



[1] . Maksudnya: kelaparan dan ketakutan itu meliputi mereka seperti halnya pakaian meliputi tubuh mereka.